Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Batuan & Endapan Bahan Galian Part 5: Bentuk & Penyebaran Endapan Bahan Galian

 

Batuan & Endapan Bahan Galian Part 5: Bentuk & Penyebaran Endapan Bahan Galian

GO-SINARBULAN.COM – Batuan dan Endapan Bahan Galian Part 5 ini diberikan kepada kelas XI untuk konsentrasi keaahlian Teknik Geologi Pertambangan Jenjang Sekolah Menengah Kejuruaan. Kali ini difokuskan pada materi : bentuk, karakteristik, dan penyebaran endapan bahan galian serta contohnya dalam pertambangan. 

Memahami bentuk dan penyebaran endapan bahan galian merupakan langkah penting untuk mengenali karakteristik suatu endapan sebelum dilakukan eksplorasi lebih lanjut. Setiap endapan mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga penyelidikannya harus disesuaikan dengan kondisi geologi yang ditemukan.

Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu mengidentifikasi bentuk endapan, menjelaskan pola penyebarannya, serta menghubungkan informasi geologi dengan kegiatan eksplorasi pertambangan.

BENTUK DAN PENYEBARAN ENDAPAN BAHAN GALIAN

 

PENDAHULUAN

           Batuan dan Endapan Bahan Galian merupakan salah satu materi penting dalam Konsentrasi Keahlian Teknik Geologi Pertambangan. Pemahaman mengenai bentuk dan penyebaran endapan bahan galian membantu kita mengenali bagaimana suatu bahan galian terdapat di dalam bumi serta bagaimana keberadaannya dapat dipelajari melalui kegiatan eksplorasi.

          Endapan bahan galian tidak selalu berbentuk lapisan yang teratur. Ada endapan yang berbentuk urat, lensa, massa besar yang relatif kompak, butiran yang tersebar dalam batuan, hingga akumulasi material pada sungai atau daerah pantai. Perbedaan bentuk tersebut berkaitan dengan proses pembentukan, kondisi geologi, karakteristik batuan, serta proses yang dialami bahan galian selama sejarah geologinya.

          Dalam materi ini, kita akan mempelajari bentuk-bentuk endapan bahan galian, pola penyebarannya, faktor yang memengaruhinya, dan contoh penerapannya dalam kegiatan pertambangan.

A.     Bentuk Endapan Bahan Galian

          Bentuk endapan bahan galian adalah gambaran geometris atau kenampakan tiga dimensi suatu endapan di dalam bumi. Bentuk tersebut dapat diamati berdasarkan panjang, lebar, ketebalan, kemiringan, serta hubungannya dengan batuan di sekitarnya.

           Bentuk endapan penting diketahui karena dapat memengaruhi cara melakukan eksplorasi, menentukan batas penyelidikan, memperkirakan jumlah sumber daya, dan merencanakan metode penambangan.

           Bentuk endapan Bahan Galian terdiri dari beberapa jenis sbb:

1.      Endapan Berlapis (Tabular atau Stratiform)

           Endapan berlapis memiliki bentuk menyerupai lembaran atau lapisan yang relatif memanjang, dengan ketebalan yang lebih kecil dibandingkan panjang dan lebarnya. Endapan ini dapat terbentuk bersamaan dengan pengendapan sedimen atau melalui proses geologi yang menghasilkan mineralisasi mengikuti lapisan batuan tertentu.

Ciri-ciri:

  • Memiliki ketebalan relatif lebih kecil daripada panjang dan lebarnya.
  • Dapat mengikuti perlapisan batuan.
  • Penyebarannya dapat luas, tetapi ketebalannya bisa berubah dari satu tempat ke tempat lain.

Contoh:

  • Lapisan batubara.
  • Endapan sedimen tertentu yang mengandung bahan galian.
  • Beberapa endapan mineral yang mengikuti lapisan batuan.

Dalam istilah geologi, stratiform menunjukkan bentuk yang menyerupai lapisan. Sementara itu, stratabound digunakan untuk endapan yang keberadaannya terbatas pada lapisan atau satuan stratigrafi tertentu, tetapi bentuknya tidak selalu benar-benar sejajar dengan perlapisan.

2.      Endapan Urat (Vein)

Endapan urat terbentuk ketika mineral mengisi rekahan, celah, atau retakan pada batuan. Mineral dapat diendapkan dari fluida yang membawa unsur terlarut, kemudian mengalami perubahan kondisi sehingga mineral mengkristal.

Ciri-ciri:

  • Bentuknya memanjang dan relatif sempit.
  • Dapat memotong lapisan batuan yang sudah ada.
  • Ketebalan dan panjangnya bervariasi.
  • Dapat memiliki arah dan kemiringan tertentu.

Contoh:

  • Urat kuarsa yang mengandung emas.
  • Urat mineral sulfida yang mengandung tembaga atau logam lainnya.

Endapan urat penting dalam eksplorasi karena mineral berharga dapat terkonsentrasi pada rekahan tertentu, meskipun batuan di sekitarnya tidak memiliki kadar yang sama.

3.      Endapan Lensa (Lenticular)

Endapan lensa memiliki bentuk menyerupai lensa, yaitu menebal pada bagian tengah dan menipis ke arah tepi. Pada beberapa endapan, bagian ujungnya dapat berangsur-angsur menghilang.

Ciri-ciri:

  • Ketebalan tidak seragam.
  • Bagian tengah umumnya lebih tebal daripada bagian tepi.
  • Ukuran dan orientasinya beragam.
  • Dapat terbentuk sebagai satu tubuh atau beberapa tubuh endapan yang terpisah.

Contoh:

  • Tubuh bijih tertentu yang berbentuk lensa.
  • Endapan mineral yang terbentuk pada zona geologi tertentu.

Bentuk lensa perlu diperhatikan karena zona dengan kadar tinggi belum tentu menerus sepanjang arah penyebaran endapan.

4.      Endapan Masif (Massive)

Endapan masif merupakan endapan yang sebagian besar tubuhnya tersusun oleh mineralisasi yang relatif kompak atau terkonsentrasi, bukan berupa butiran mineral yang hanya tersebar dalam jumlah kecil pada batuan inang.

Ciri-ciri:

  • Mineralisasi relatif terkonsentrasi dalam suatu tubuh endapan.
  • Dapat berbentuk tidak beraturan, tabular, atau menyerupai lensa.
  • Batas endapan dapat tegas atau berangsur-angsur berubah.

Contoh:

  • Beberapa endapan sulfida masif.
  • Tubuh bijih tertentu dengan konsentrasi mineral yang tinggi.

Istilah masif menjelaskan karakter mineralisasi atau komposisi tubuh endapan, bukan satu bentuk geometris yang selalu sama.

5.      Endapan Tersebar (Disseminated)

Pada endapan tersebar, mineral berharga terdapat sebagai butiran-butiran kecil yang tersebar di dalam batuan. Mineral tersebut tidak selalu membentuk urat atau tubuh bijih yang tampak jelas.

Ciri-ciri:

  • Mineral tersebar dalam batuan inang.
  • Butiran mineral dapat berukuran halus.
  • Kadar mineral pada setiap bagian batuan dapat berbeda.
  • Penentuan batas endapan memerlukan data geologi dan pengujian kadar.

Contoh:

  • Beberapa endapan tembaga porfiri.
  • Endapan emas tertentu yang mineralnya tersebar dalam batuan.

Pada endapan tersebar, penilaian tidak cukup hanya dengan mengamati satu atau dua contoh batuan. Diperlukan data yang mewakili wilayah penyelidikan.

6.      Endapan Jaringan Urat (Stockwork)

Stockwork merupakan zona batuan yang dipotong oleh banyak urat kecil yang saling berpotongan atau membentuk jaringan. Mineralisasi dapat hadir pada urat-urat tersebut dan, dalam beberapa kasus, juga pada batuan di antara urat.

Ciri-ciri:

  • Terdiri atas banyak urat kecil.
  • Urat dapat memiliki berbagai arah.
  • Mineralisasi tersebar dalam suatu zona batuan.
  • Bentuk keseluruhan zona dapat lebih besar daripada masing-masing uratnya.

Contoh:

  • Jaringan urat kuarsa dalam beberapa sistem mineralisasi emas.
  • Zona urat pada endapan tembaga porfiri.

Stockwork berbeda dari urat tunggal karena mineralisasi berkembang melalui jaringan rekahan yang saling berhubungan.

7.      Endapan Plaser (Placer)

Endapan plaser terbentuk ketika mineral yang relatif tahan terhadap pelapukan mengalami pelepasan dari batuan asal, kemudian dipindahkan dan terkonsentrasi melalui proses sedimentasi, terutama oleh aliran air atau gelombang. Perbedaan berat jenis, ukuran butir, dan ketahanan mineral terhadap pelapukan dapat memengaruhi lokasi akumulasinya.

Ciri-ciri:

  • Terdiri atas butiran mineral yang terlepas dari batuan asal.
  • Dapat terkonsentrasi pada sungai, dataran aluvial, atau pantai.
  • Penyebarannya dipengaruhi oleh proses transportasi dan pengendapan sedimen.

Contoh:

  • Endapan emas aluvial.
  • Endapan kasiterit pada lingkungan sedimen tertentu.
  • Endapan mineral berat di pantai.

Endapan plaser tidak harus membentuk lapisan yang menerus. Konsentrasi mineral dapat berubah mengikuti kondisi aliran, bentuk dasar sungai, dan proses pengendapan.

8.      Endapan Tidak Beraturan (Irregular)

Endapan tidak beraturan memiliki bentuk yang kompleks dan tidak menunjukkan geometri sederhana seperti lapisan atau urat tunggal.

Bentuknya dapat dipengaruhi oleh rekahan, perubahan batuan, reaksi antara fluida dan batuan, serta proses geologi lainnya.

Ciri-ciri:

  • Bentuk dan batasnya tidak seragam.
  • Ketebalan dan kadar dapat berubah secara kompleks.
  • Hubungan dengan batuan di sekitarnya perlu dipelajari secara teliti.

Contoh:

  • Tubuh mineralisasi yang mengikuti zona penggantian batuan (replacement).
  • Beberapa endapan yang terbentuk melalui proses metasomatisme.

Bentuk tidak beraturan memerlukan penyelidikan yang cermat agar geometri dan batas endapan dapat diperkirakan dengan baik.


C.     Penyebaran Endapan Bahan Galian

           Penyebaran endapan bahan galian adalah pola keberadaan atau distribusi bahan galian pada suatu wilayah, baik secara horizontal maupun vertikal. Penyebaran horizontal menunjukkan bagaimana endapan meluas pada permukaan atau pada suatu bidang tertentu. Penyebaran vertikal menunjukkan bagaimana endapan berkembang ke arah kedalaman.

           Penyebaran endapan dapat bersifat relatif menerus, terputus-putus, terkonsentrasi pada zona tertentu, atau tersebar dalam batuan. Penting dipahami bahwa bentuk endapan dan penyebaran endapan saling berkaitan, tetapi bukan hal yang sama. Bentuk menggambarkan geometri tubuh endapan, sedangkan penyebaran menggambarkan bagaimana keberadaan bahan galian terdistribusi dalam suatu wilayah.

Berikut beberapa Pola Penyebaran Endapan Bahan Galian:

1.      Penyebaran Menerus

Endapan ditemukan secara relatif berkesinambungan pada suatu arah atau wilayah. Namun, ketebalan dan kadarnya tetap dapat berubah.

Contoh: lapisan batubara yang relatif menerus pada suatu daerah, meskipun dapat terputus oleh sesar atau perubahan kondisi pengendapan.

2.      Penyebaran Terputus-putus

Endapan ditemukan pada beberapa bagian yang terpisah oleh batuan tanpa mineralisasi, zona berkadar rendah, atau bagian yang tidak mengandung bahan galian ekonomis.

Contoh: beberapa tubuh bijih yang terpisah dalam satu wilayah mineralisasi.

3.      Penyebaran Mengikuti Struktur Geologi

Bahan galian terkonsentrasi pada rekahan, sesar, atau zona struktur tertentu yang menjadi jalur pergerakan fluida atau tempat pengendapan mineral.

Contoh: urat kuarsa yang mengandung emas dan mengikuti rekahan batuan.

4.      Penyebaran Mengikuti Lapisan Batuan

Endapan mengikuti lapisan atau satuan batuan tertentu yang terbentuk dalam kondisi geologi yang mendukung pembentukannya.

Contoh: lapisan batubara yang mengikuti perlapisan sedimen.

5.      Penyebaran Setempat atau Terlokalisasi

Bahan galian terkonsentrasi pada lokasi tertentu akibat kondisi geologi yang mendukung proses pembentukan dan pengayaannya.

Contoh: konsentrasi mineral berat pada bagian tertentu dari alur sungai atau endapan aluvial.


D.     Faktor-Faktor yang Memengaruhi Bentuk dan Penyebaran Endapan

                   Bentuk dan penyebaran endapan bahan galian dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

1.      Proses pembentukan geologi

Proses magmatik, hidrotermal, sedimentasi, pelapukan, dan metamorfisme dapat menghasilkan bentuk serta pola penyebaran yang berbeda.

2.      Struktur geologi

Sesar, rekahan, lipatan, dan zona geser dapat mengontrol jalur fluida, tempat pengendapan mineral, atau perubahan posisi endapan setelah terbentuk.

3.      Jenis dan karakteristik batuan

Sifat fisik dan kimia batuan, termasuk komposisi mineral dan tingkat permeabilitasnya, dapat memengaruhi lokasi serta pola mineralisasi.

4.      Kondisi topografi dan geomorfologi

Topografi dan bentuk lahan memengaruhi aliran air, erosi, transportasi sedimen, serta lokasi akumulasi bahan galian tertentu, terutama endapan sekunder.

5.      Pelapukan dan erosi

Pelapukan dapat mengubah mineral pada batuan asal, sedangkan erosi dapat melepaskan dan memindahkan material. Dalam kondisi tertentu, proses tersebut menyebabkan pengayaan relatif mineral tertentu.

6.      Perubahan geologi setelah endapan terbentuk

Sesar, pelipatan, pengangkatan, dan proses geologi lainnya dapat mengubah posisi maupun bentuk awal endapan.


A.     Hubungan Bentuk Endapan dengan Eksplorasi Pertambangan

           Pengetahuan tentang bentuk dan penyebaran endapan sangat penting dalam kegiatan eksplorasi. Informasi tersebut digunakan untuk menentukan lokasi penyelidikan, merencanakan pemboran, menafsirkan data geologi, serta memperkirakan batas dan kelanjutan tubuh endapan.

           Sebagai contoh, penyelidikan endapan yang berbentuk urat memerlukan perhatian pada arah, kemiringan, ketebalan, dan kesinambungan urat. Sementara itu, penyelidikan endapan yang tersebar memerlukan pengambilan data yang cukup untuk mengetahui perubahan kadar pada berbagai bagian batuan.

           Pada endapan nikel laterit, penyebaran dan ketebalan zona limonit serta saprolit dapat berubah mengikuti kondisi batuan dasar, topografi, tingkat pelapukan, dan sejarah geomorfologi. Oleh karena itu, data pemboran, pengamatan geologi, dan hasil analisis kadar diperlukan untuk memahami variasi endapan.

           Data bentuk dan penyebaran saja belum cukup untuk menyatakan bahwa suatu endapan layak ditambang. Penilaian juga memerlukan informasi mengenai kadar, tonase, kondisi teknis, ekonomi, lingkungan, serta faktor lain yang relevan.


B.     Contoh Penerapan dalam Kehidupan dan Dunia Kerja

Perhatikan tiga contoh berikut.

Kasus 1: Lapisan batubara

Hasil pengamatan menunjukkan adanya lapisan batubara yang memanjang mengikuti perlapisan batuan sedimen. Pada bagian tertentu, lapisan tersebut menjadi lebih tipis dan terputus oleh sesar.

Interpretasi: endapan memiliki bentuk berlapis, sedangkan kesinambungannya dipengaruhi oleh perubahan geologi dan struktur sesar.

Kasus 2: Urat kuarsa mengandung emas

Pengamatan singkapan menunjukkan urat kuarsa yang memotong batuan di sekitarnya. Urat tersebut memiliki arah dan kemiringan tertentu.

Interpretasi: endapan berbentuk urat dan penyebarannya dapat dikontrol oleh rekahan atau struktur geologi.

Kasus 3: Endapan nikel laterit

Hasil pemboran menunjukkan ketebalan limonit dan saprolit yang berbeda pada setiap titik. Perubahan tersebut berkaitan dengan variasi tingkat pelapukan, topografi, serta karakter batuan dasar.

Interpretasi: endapan mengalami perubahan ketebalan dan karakteristik secara lateral maupun vertikal sehingga diperlukan data pemboran yang memadai untuk memahami geometri dan penyebarannya.

RANGKUMAN

1.      Bentuk endapan bahan galian adalah gambaran geometris tubuh endapan, sedangkan penyebaran menunjukkan pola distribusinya dalam suatu wilayah.

2.      Bentuk endapan dapat berupa lapisan, urat, lensa, masif, tersebar, stockwork, plaser, dan bentuk tidak beraturan.

3.      Penyebaran endapan dapat bersifat menerus, terputus-putus, mengikuti struktur geologi, mengikuti lapisan batuan, atau terlokalisasi pada tempat tertentu.

4.      Proses pembentukan, struktur geologi, jenis batuan, topografi, pelapukan, dan erosi memengaruhi bentuk serta penyebaran endapan.

5.      Informasi bentuk dan penyebaran endapan menjadi dasar penting dalam perencanaan eksplorasi dan pemahaman potensi bahan galian.

 

LATIHAN SOAL

A.     Pilihan Ganda

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1.      Suatu endapan mineral ditemukan mengisi rekahan pada batuan dan membentuk tubuh memanjang yang relatif sempit. Bentuk endapan tersebut disebut ....

A. Plaser
B. Urat
C. Masif
D. Tersebar
E. Lensa

2.      Mineral berharga ditemukan sebagai butiran kecil yang tersebar dalam batuan inang. Bentuk mineralisasi tersebut paling tepat disebut ....

A. Endapan berlapis
B. Endapan urat
C. Endapan tersebar
D. Endapan plaser
E. Endapan lensa

3.      Hasil pengamatan menunjukkan lapisan batubara yang awalnya menerus, tetapi terputus akibat sesar. Faktor geologi yang paling langsung menjelaskan terputusnya lapisan tersebut adalah ....

A. Perbedaan warna batubara
B. Perubahan ukuran butir mineral
C. Struktur geologi
D. Perbedaan berat jenis mineral
E. Proses pengendapan di pantai

4.      Dalam penyelidikan endapan nikel laterit, ketebalan limonit dan saprolit berbeda pada setiap titik pemboran. Tindakan yang paling tepat untuk memahami perubahan tersebut adalah ....

A. Menetapkan ketebalan berdasarkan satu titik pemboran
B. Menganggap seluruh daerah memiliki profil pelapukan yang sama
C. Mengabaikan perubahan topografi dan batuan dasar
D. Membandingkan data pemboran dengan kondisi geologi dan topografi
E. Menentukan batas endapan hanya berdasarkan warna tanah

5.      Mengapa bentuk dan penyebaran endapan perlu dipahami sebelum merencanakan penambangan?

A  Agar semua endapan dapat ditambang dengan metode yang sama
B. Agar seluruh bahan galian dianggap memiliki kadar seragam
C. Agar kegiatan penambangan dapat direncanakan berdasarkan geometri dan kondisi endapan
D. Agar pemboran eksplorasi tidak diperlukan
E. Agar faktor lingkungan tidak perlu diperhitungkan

6.      Suatu tubuh endapan memiliki ketebalan terbesar di bagian tengah dan semakin menipis ke arah kedua ujungnya. Bentuk endapan tersebut adalah ....

A. Endapan urat
B. Endapan masif
C. Endapan lensa
D. Endapan plaser
E. Endapan tersebar

7.      Seorang murid mengamati batuan yang mengandung butiran mineral berharga dan urat-urat kecil yang saling berpotongan. Bentuk mineralisasi yang paling sesuai dengan pengamatan tersebut adalah ....

A. Stockwork
B. Endapan plaser
C. Endapan berlapis
D. Endapan lensa
E. Endapan aluvial

8.      Mineral berat yang terlepas dari batuan asal kemudian terkumpul pada bagian tertentu dari aliran sungai. Proses tersebut dapat menghasilkan ....

A. Endapan urat
B. Endapan stockwork
C. Endapan masif
D. Endapan plaser
E. Endapan hidrotermal primer

9.      Dua endapan memiliki bentuk yang sama-sama memanjang. Endapan pertama mengikuti lapisan batuan, sedangkan endapan kedua memotong lapisan batuan. Perbedaan tersebut terutama menunjukkan ....

A. Perbedaan warna mineral penyusunnya
B. Perbedaan hubungan endapan dengan struktur atau perlapisan batuan
C. Kesamaan kadar mineral pada kedua endapan
D. Perbedaan nilai ekonomis yang sudah pasti
E. Kesamaan proses pembentukan kedua endapan

10.   Pada suatu wilayah, bahan galian hanya ditemukan pada beberapa zona yang terpisah. Di antara zona tersebut terdapat batuan yang tidak menunjukkan mineralisasi. Pola penyebaran ini disebut ....

A. Penyebaran menerus
B. Penyebaran seragam
C. Penyebaran mengikuti lapisan
D. Penyebaran regional
E. Penyebaran terputus-putus

11.   Mengapa endapan yang berbentuk urat perlu diselidiki berdasarkan arah dan kemiringannya?

A. Untuk mengetahui orientasi dan kemungkinan kelanjutan urat di bawah permukaan
B. Untuk menentukan warna batuan secara langsung
C. Untuk memastikan seluruh urat mempunyai kadar yang sama
D. Untuk menghilangkan kebutuhan pengambilan sampel
E. Untuk menentukan umur batuan hanya melalui pengamatan bentuk

12.   Dalam suatu kegiatan eksplorasi, mineralisasi ditemukan mengikuti zona sesar. Interpretasi yang paling tepat adalah ....

A. Sesar selalu menjadi tempat terbentuknya semua mineral
B. Mineralisasi tidak berkaitan dengan kondisi geologi
C. Struktur geologi mungkin mengontrol jalur fluida atau lokasi mineralisasi
D. Semua batuan pada zona sesar pasti memiliki kadar tinggi
E. Sesar membuktikan bahwa endapan tersebut ekonomis

13.   Endapan mineral berbentuk tidak beraturan ditemukan pada batuan yang telah mengalami penggantian oleh mineral baru. Proses yang paling mungkin berkaitan dengan pembentukan tubuh endapan tersebut adalah ....

A. Pengendapan mekanis di dasar sungai saja
B. Pengendapan lapisan batubara
C. Pembentukan butiran akibat transportasi angin
D. Proses penggantian batuan (replacement)
E. Pemadatan sedimen tanpa perubahan mineral

14.   Pada pemetaan geologi, suatu lapisan bahan galian tampak menerus pada beberapa singkapan. Namun, hasil penyelidikan menunjukkan adanya perubahan ketebalan. Kesimpulan yang paling tepat adalah ....

A. Lapisan tersebut pasti memiliki kadar yang seragam
B. Kesinambungan lapisan tidak berarti ketebalan dan kadarnya selalu sama
C. Perubahan ketebalan membuktikan bahwa lapisan tersebut merupakan urat
D. Lapisan tersebut tidak dapat dipetakan
E. Semua perubahan ketebalan disebabkan oleh aktivitas manusia

15.   Hasil pemboran menunjukkan bahwa endapan nikel laterit memiliki zona limonit yang tebal pada satu titik dan lebih tipis pada titik lainnya. Faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menjelaskan kondisi tersebut adalah ....

A. Warna mata bor yang digunakan
B. Jumlah murid yang melakukan pengamatan
C. Jenis kendaraan yang membawa sampel
D. Waktu yang diperlukan untuk menyusun laporan
E. Topografi, tingkat pelapukan, dan karakteristik batuan dasar

16.   Seorang penyelidik menemukan mineral berharga tersebar dalam batuan dengan kadar yang bervariasi. Untuk memperkirakan pola distribusi kadar tersebut, langkah yang paling tepat adalah ....

A. Mengambil kesimpulan dari satu butir mineral
B. Menganggap seluruh batuan memiliki kadar yang sama
C. Mengumpulkan data sampel yang representatif dan menganalisis hasilnya
D. Menentukan kadar berdasarkan warna batuan saja
E. Mengabaikan bagian batuan yang tidak terlihat mengandung mineral

17.   Endapan plaser berbeda dari endapan urat karena endapan plaser umumnya ....

A. Terbentuk dari mineral yang terakumulasi setelah transportasi dan pengendapan sedimen
B. Selalu terbentuk dari fluida hidrotermal yang mengisi rekahan
C. Selalu memotong lapisan batuan sedimen
D. Hanya ditemukan jauh di bawah permukaan bumi
E. Tidak dipengaruhi oleh proses pelapukan dan erosi

18.   Mengapa bentuk endapan masif tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa endapan tersebut ekonomis untuk ditambang?

A. Karena endapan masif tidak mengandung mineral
B. Karena semua endapan masif selalu berada di bawah laut
C. Karena bentuk endapan tidak dapat diamati secara geologi
D. Karena kelayakan ekonomi juga bergantung pada kadar, tonase, biaya, dan faktor lainnya
E. Karena endapan masif selalu memiliki kadar rendah

19.   Pemetaan menunjukkan bahwa suatu bahan galian mengikuti lapisan batuan sedimen, sedangkan hasil pemboran menunjukkan lapisan itu terpotong oleh sesar. Informasi tersebut paling bermanfaat untuk ....

A. Menentukan warna lapisan pada peta
B. Menafsirkan geometri dan kemungkinan perubahan posisi endapan
C. Menghapus kebutuhan pemetaan lanjutan
D. Memastikan semua bagian endapan dapat ditambang
E. Menentukan harga jual bahan galian tanpa analisis lain

20.   Dalam evaluasi awal suatu endapan, ahli geologi menggabungkan peta geologi, data singkapan, hasil pemboran, dan analisis kadar. Tujuan utama penggabungan data tersebut adalah ....

A. Menentukan bentuk endapan berdasarkan satu sumber informasi saja
B. Menghindari pemeriksaan kondisi geologi
C. Membuktikan bahwa semua mineral dapat dijual
D. Menggantikan seluruh kajian teknis dan ekonomi
E. Menyusun interpretasi yang lebih andal mengenai bentuk, penyebaran, dan karakter endapan

 

B.     Esai

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat!

  1. Jelaskan perbedaan antara bentuk endapan bahan galian dan penyebarannya.
  2. Sebutkan dan jelaskan minimal lima bentuk endapan bahan galian beserta satu contoh masing-masing.
  3. Jelaskan tiga faktor geologi yang dapat memengaruhi bentuk dan penyebaran endapan bahan galian.
  4. Mengapa data pemboran diperlukan untuk memahami penyebaran endapan nikel laterit?
  5. Sebuah urat kuarsa mengandung mineral berharga ditemukan memotong batuan di sekitarnya. Jelaskan bentuk endapan tersebut dan informasi geologi yang perlu diketahui untuk merencanakan eksplorasinya.

           Demikian Materi terkait Batuan dan Endapan Bahan Galian Part 5 untuk kelas XI tentang bentuk, karakteristik, dan penyebaran endapan bahan galian serta contohnya dalam pertambangan. Materi Part 6 akan dimuat pada postingan selanjutnya. Bagi yang ingin menjawab soal Latihan, silahkan masuk ke kolom komentar.

Semoga Bermanfaat🙏

Sumber Bacaan

  1. Evans, A. M. (1993). Ore Geology and Industrial Minerals: An Introduction. Blackwell Publishing.
  2. Guilbert, J. M., & Park, C. F., Jr. (1986). The Geology of Ore Deposits. W. H. Freeman.
  3. Robb, L. (2005). Introduction to Ore-Forming Processes. Blackwell Publishing.
  4. Referensi geologi pertambangan dan bahan ajar Teknik Geologi Pertambangan yang relevan dengan bentuk, proses pembentukan, dan penyebaran endapan bahan galian.

GO-SINARBULAN.COM – Belajar Geologi, Memahami Bumi, dan Menjaga Lingkungan.

Post a Comment for "Batuan & Endapan Bahan Galian Part 5: Bentuk & Penyebaran Endapan Bahan Galian"