Batuan & Endapan Bahan Galian Part 7; Terbentuknya Endapan Magmatik & Pegmatit
![]() |
| Batuan & Endapan Bahan Galian Part 7; Terbentuknya Endapan Magmatik & Pegmatit |
GO-SINARBULAN.COM
– Endapan bahan galian tidak hanya terbentuk melalui proses pelapukan,
sedimentasi, atau pengendapan dari larutan hidrotermal. Sebagian endapan
terbentuk langsung melalui proses yang berkaitan dengan magma, yaitu material
batuan cair yang berasal dari dalam bumi. Proses ini dapat menghasilkan
konsentrasi mineral bernilai ekonomis, seperti kromit, mineral sulfida nikel
dan tembaga, serta berbagai mineral yang terdapat dalam batuan pegmatit.
Memahami proses terbentuknya endapan magmatik dan pegmatit merupakan bagian penting dalam pembelajaran Batuan dan Endapan Bahan Galian pada Konsentrasi Keahlian Teknik Geologi Pertambangan. Melalui materi ini, Murid dapat memahami hubungan antara proses pembekuan magma, pembentukan batuan beku, dan pemusatan mineral bernilai ekonomis.
A.
Pengertian Endapan Magmatik
Endapan magmatik adalah endapan bahan galian yang terbentuk akibat proses yang berkaitan langsung dengan pembentukan, pendinginan, dan kristalisasi magma. Selama magma mendingin, mineral-mineral mulai mengkristal pada kondisi temperatur dan komposisi kimia tertentu.
Dalam keadaan tertentu, proses tersebut dapat menyebabkan mineral tertentu terkonsentrasi pada bagian-bagian tertentu dari tubuh magma atau batuan beku. Apabila konsentrasi mineral itu cukup tinggi dan memenuhi persyaratan teknis serta ekonomis, endapan tersebut berpotensi menjadi sumber bahan galian.
Tidak semua batuan beku mengandung endapan ekonomis. Keberadaan mineral bernilai ekonomis dipengaruhi oleh komposisi magma, kondisi kristalisasi, proses pemisahan material, serta keadaan geologi tempat magma terbentuk dan membeku.
B. Proses
Terbentuknya Endapan Magmatik
Secara umum,
pembentukan endapan magmatik dapat dijelaskan melalui beberapa tahapan berikut.
1.
Pembentukan dan pergerakan magma
Magma terbentuk melalui proses peleburan sebagian batuan di dalam bumi. Magma kemudian dapat bergerak naik menuju bagian kerak bumi yang lebih dangkal karena perbedaan densitas, tekanan, dan kondisi geologi.
Magma membawa berbagai unsur kimia yang nantinya dapat membentuk mineral-mineral penyusun batuan beku. Pada kondisi tertentu, magma juga dapat membawa atau membentuk konsentrasi unsur bernilai ekonomis.
2.
Pendinginan dan kristalisasi magma
Ketika magma mengalami pendinginan, mineral mulai mengkristal. Mineral yang terbentuk bergantung pada komposisi kimia magma, temperatur, tekanan, serta kondisi kristalisasi.
Sebagian mineral mengkristal lebih awal, sedangkan mineral lainnya terbentuk pada tahap berikutnya. Perbedaan waktu kristalisasi ini dapat menyebabkan perubahan komposisi magma yang tersisa.
3. Pemisahan
dan pemusatan mineral
Dalam sistem magmatik tertentu, kristal mineral dapat terkumpul melalui pengendapan gravitasi, pemisahan mekanis, atau proses lain yang berkaitan dengan pergerakan magma. Selain itu, cairan sulfida atau oksida yang tidak bercampur sempurna dengan magma silikat dapat memisah dan memusatkan unsur-unsur tertentu.
Contohnya, mineral kromit dapat terkonsentrasi dalam batuan beku ultramafik atau mafik, sedangkan sulfida yang mengandung nikel dan tembaga dapat terkumpul dalam sistem magma tertentu.
Proses tersebut tidak selalu terjadi pada setiap intrusi magma. Jenis endapan yang terbentuk bergantung pada komposisi dan evolusi sistem magmatik.
4. Pembekuan
dan pembentukan tubuh endapan
Setelah mengalami pendinginan lebih lanjut, magma mengeras menjadi batuan beku. Mineral-mineral yang sebelumnya terkonsentrasi dapat menjadi bagian dari lapisan, lensa, urat, atau sebaran mineral di dalam tubuh batuan.
Bentuk dan ukuran endapan bergantung pada proses pembentukan serta kondisi geologi yang menyertainya. Endapan yang terbentuk belum tentu layak ditambang karena kelayakan ekonominya harus dinilai berdasarkan kadar, jumlah sumber daya, kondisi penambangan, pengolahan, dan faktor lainnya.
C.
Jenis-Jenis Endapan Magmatik
Endapan
magmatik memiliki beberapa tipe berdasarkan proses pembentukan dan mineral yang
dikandungnya.
1. Endapan
kromit
Kromit merupakan mineral utama pembawa kromium. Endapan kromit dapat terbentuk melalui proses kristalisasi dan pemusatan mineral dalam sistem magma mafik hingga ultramafik.
Kromit dapat terkumpul dalam bentuk lapisan atau tubuh endapan tertentu di dalam batuan induknya. Kromium dimanfaatkan, antara lain, dalam pembuatan baja tahan karat dan berbagai paduan logam.
2. Endapan
nikel dan tembaga sulfida magmatik
Pada sistem magma tertentu, cairan sulfida dapat memisah dari magma silikat. Cairan sulfida ini mampu mengumpulkan unsur-unsur seperti nikel, tembaga, dan unsur kelompok platina.
Ketika cairan sulfida terkonsentrasi dan kemudian membeku, dapat terbentuk endapan sulfida magmatik yang berpotensi ekonomis.
Perlu dibedakan bahwa endapan nikel sulfida magmatik tidak sama dengan endapan nikel laterit. Nikel sulfida magmatik terbentuk melalui proses yang berkaitan dengan magma, sedangkan nikel laterit terutama terbentuk melalui pelapukan kimiawi batuan ultramafik di dekat permukaan bumi.
3. Endapan
oksida besi dan titanium
Mineral oksida seperti magnetit dan ilmenit dapat terkonsentrasi dalam beberapa sistem batuan beku. Endapan tersebut berpotensi menjadi sumber besi dan titanium, bergantung pada mineralogi, kadar, dan kondisi geologinya.
4. Endapan
berlian yang berkaitan dengan kimberlit
Berlian terbentuk pada kondisi tekanan dan temperatur tinggi di bagian dalam bumi. Sebagian berlian kemudian dibawa menuju permukaan oleh magma yang membentuk batuan seperti kimberlit.
Dalam contoh ini, penting dipahami bahwa proses pembentukan kristal berlian dan proses pengangkutannya oleh magma merupakan dua hal yang berkaitan, tetapi tidak identik. Kimberlit dapat menjadi batuan pembawa berlian, namun tidak semua tubuh kimberlit mengandung berlian dalam jumlah ekonomis.
Referensi umum mengenai tipe endapan yang berkaitan dengan proses magmatik dapat dibaca melalui publikasi U.S. Geological Survey (USGS): DI SINI
D.
Pengertian Pegmatit
Pegmatit adalah batuan beku yang umumnya mempunyai ukuran kristal sangat kasar, bahkan pada beberapa bagian kristalnya dapat berukuran sangat besar. Pegmatit yang paling umum dibahas dalam konteks bahan galian adalah pegmatit granitik, yang berkaitan dengan sistem magma kaya silika.
Pegmatit granitik sering berhubungan dengan tahap akhir evolusi magma granitik. Sisa lelehan magma pada tahap ini dapat mengalami pengayaan komponen volatil dan unsur-unsur tertentu, sehingga menghasilkan kondisi yang memungkinkan pertumbuhan kristal berukuran besar.
Pegmatit bukan sekadar batuan yang memiliki kristal besar. Sebagian pegmatit juga mengandung mineral bernilai ekonomis, tetapi tidak semuanya merupakan endapan bahan galian yang layak ditambang.
E. Proses
Terbentuknya Pegmatit
1. Evolusi
magma granitik
Magma granitik mengalami pendinginan dan kristalisasi secara bertahap. Mineral-mineral utama, seperti feldspar dan kuarsa, mulai terbentuk dan mengurangi sebagian komponen dari lelehan yang tersisa.
Akibatnya, sisa lelehan dapat mengalami perubahan komposisi kimia dan menjadi lebih kaya akan unsur-unsur tertentu yang belum banyak masuk ke dalam mineral yang telah mengkristal.
2. Pengayaan
air dan komponen volatil
Sisa lelehan pegmatitik dapat mengandung kadar air dan komponen volatil yang relatif tinggi. Komponen seperti fluorin, boron, dan fosfor juga dapat berperan dalam kondisi tertentu.
Keberadaan komponen tersebut dapat memengaruhi temperatur pembekuan, sifat lelehan, dan pergerakan unsur kimia. Kondisi ini membantu menjelaskan mengapa pegmatit dapat membentuk kristal berukuran sangat besar.
3.
Pertumbuhan kristal berukuran besar
Ketika lelehan pegmatitik mengkristal, unsur-unsur kimia menyusun mineral dalam kondisi yang memungkinkan pertumbuhan kristal besar. Prosesnya melibatkan interaksi antara lelehan silikat dan, pada tahap tertentu, fluida kaya air yang dapat terpisah dari lelehan.
Dengan demikian, pembentukan pegmatit tidak cukup dijelaskan hanya sebagai magma yang mendingin sangat lambat. Komposisi lelehan, kandungan volatil, difusi unsur, dan interaksi fluida juga dapat berperan penting.
4.
Pembentukan mineral bernilai ekonomis
Pegmatit tertentu dapat mengandung mineral seperti mika, feldspar, kuarsa, beril, spodumen, serta mineral pembawa litium, sesium, tantalum, dan niobium.
Namun, mineral-mineral tersebut tidak selalu hadir bersama-sama dalam setiap pegmatit. Komposisi dan potensi ekonomisnya bergantung pada karakteristik sistem geologi tempat pegmatit terbentuk.
U.S. Geological Survey menjelaskan bahwa pegmatit jenis litium–sesium–tantalum (LCT) merupakan salah satu tipe endapan penting untuk unsur strategis tertentu. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di: SINI
F. Mineral
dan Bahan Galian yang Dapat Dijumpai pada Pegmatit
Beberapa
mineral yang dapat dijumpai pada pegmatit antara lain:
- Kuarsa, dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai kebutuhan industri, sesuai kemurnian dan karakteristiknya.
- Feldspar, digunakan antara lain dalam industri keramik dan kaca.
- Mika, dimanfaatkan berdasarkan sifat fisik dan karakteristik mineralnya.
- Beril, merupakan mineral yang dapat menjadi sumber berilium; varietas tertentu dikenal sebagai batu permata.
- Spodumen, merupakan salah satu mineral pembawa litium.
- Mineral tantalum dan niobium, yang dapat dijumpai pada pegmatit tertentu dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri.
Daftar tersebut merupakan contoh, bukan berarti semua pegmatit mengandung seluruh mineral tersebut. Beberapa pegmatit terutama tersusun atas kuarsa dan feldspar, sedangkan pegmatit lain dapat menunjukkan pengayaan unsur yang lebih langka.
G. Perbedaan
Endapan Magmatik dan Pegmatit
Kedua istilah ini berkaitan, tetapi
tidak sepenuhnya sama.
|
Aspek |
Endapan magmatic |
Pegmatit |
|
Pengertian |
Endapan yang terbentuk melalui proses
terkait magma |
Batuan beku bertekstur sangat kasar |
|
Proses utama |
Kristalisasi, pemisahan, dan pemusatan
mineral dalam sistem magmatik |
Kristalisasi lelehan yang umumnya kaya
komponen volatil |
|
Ciri umum |
Dapat berupa lapisan, lensa, sebaran
mineral, atau tubuh endapan lain |
Umumnya memiliki kristal berukuran
besar |
|
Contoh mineral atau komoditas |
Kromit, nikel-tembaga sulfida, oksida
besi-titanium |
Kuarsa, feldspar, mika, beril,
spodumen, mineral tantalum-niobium |
|
Potensi ekonomis |
Bergantung pada jenis mineral, kadar,
dan kondisi endapan |
Bergantung pada mineral yang dikandung
dan kelayakan penambangannya |
Pegmatit sendiri dapat dianggap sebagai salah satu jenis batuan yang berkaitan dengan proses magmatik, dan sebagian pegmatit dapat menjadi tempat terkonsentrasinya bahan galian ekonomis.
H.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pembentukan Endapan Magmatik dan Pegmatit
Beberapa faktor
penting meliputi:
- Komposisi magma. Menentukan unsur dan
mineral yang tersedia selama kristalisasi.
- Temperatur dan tekanan. Memengaruhi urutan
kristalisasi dan kestabilan mineral.
- Proses diferensiasi magma. Menyebabkan
perubahan komposisi lelehan selama pembentukan mineral.
- Pemisahan fase. Dalam kondisi tertentu,
pemisahan cairan sulfida atau fase lain dapat memusatkan unsur bernilai
ekonomis.
- Kandungan volatil. Air dan komponen volatil
lainnya dapat memengaruhi sifat lelehan dan pertumbuhan kristal pegmatit.
- Kondisi geologi setempat. Memengaruhi
bentuk, penyebaran, dan keterdapatan tubuh batuan serta endapan.
Faktor-faktor tersebut saling berkaitan. Tidak ada satu faktor yang secara otomatis menjamin terbentuknya endapan ekonomis.
Kesimpulan
Endapan magmatik terbentuk melalui proses yang berkaitan dengan magma, termasuk kristalisasi dan pemusatan mineral tertentu. Proses tersebut dapat menghasilkan endapan kromit, nikel-tembaga sulfida, serta oksida besi dan titanium.
Sementara itu, pegmatit merupakan batuan beku bertekstur sangat kasar yang umumnya berkaitan dengan evolusi akhir magma, khususnya magma granitik. Pegmatit tertentu dapat mengandung mineral bernilai ekonomis, seperti feldspar, kuarsa, mika, beril, spodumen, dan mineral pembawa tantalum atau niobium.
Pemahaman tentang kedua proses ini membantu Murid membedakan asal-usul endapan bahan galian serta mengenali hubungan antara proses geologi, jenis mineral, dan potensi pemanfaatannya.
Latihan Soal
I. Pilihan
Ganda
Pilihlah satu
jawaban yang paling tepat.
1.
Endapan magmatik terbentuk terutama melalui proses ....
A. pengendapan
material oleh aliran sungai
B. pelapukan kimiawi batuan di permukaan
C. kristalisasi dan pemusatan mineral yang berkaitan dengan magma
D. pengendapan sisa-sisa organisme di dasar perairan
E. perubahan batuan akibat tekanan tanpa keterlibatan magma
2.
Mineral kromit dapat terkonsentrasi dalam sistem magmatik karena ....
A. terbentuk
dari pengendapan cangkang organisme
B. mengalami pelarutan sempurna oleh air hujan
C. berasal dari pemadatan sisa tumbuhan purba
D. mengalami kristalisasi dan pemusatan dalam sistem magma tertentu
E. terbentuk hanya melalui metamorfisme batu gamping
3. Salah
satu ciri utama batuan pegmatit adalah ....
A. selalu
mengandung bijih emas berkadar tinggi
B. mempunyai kristal yang umumnya berukuran sangat kasar
C. seluruh mineral penyusunnya berasal dari organisme
D. terbentuk hanya melalui sedimentasi sungai
E. selalu tersusun atas mineral lempung berukuran halus
4.
Pegmatit granitik umumnya berkaitan dengan ....
A. pengendapan
pasir di pantai
B. pembentukan gambut di rawa
C. pelapukan batuan ultramafik di daerah tropis
D. pembekuan lava di permukaan laut
E. evolusi akhir magma granitik
5.
Mengapa sebagian pegmatit dapat mengandung mineral pembawa litium atau
tantalum?
A. Karena
seluruh unsur tersebut selalu dominan dalam semua magma
B. Karena pelapukan selalu mengubah feldspar menjadi tantalum
C. Karena unsur tertentu dapat terkonsentrasi selama evolusi sistem magmatik
D. Karena setiap pegmatit terbentuk dari sisa tumbuhan
E. Karena mineral tersebut hanya terbentuk akibat pengendapan sungai
6.
Pernyataan yang tepat tentang endapan nikel sulfida magmatik dan nikel laterit adalah
....
A. Keduanya
selalu terbentuk melalui sedimentasi laut
B. Nikel sulfida magmatik berkaitan dengan magma, sedangkan nikel laterit
terutama berkaitan dengan pelapukan kimiawi
C. Nikel laterit terbentuk hanya dari kristalisasi pegmatit
D. Keduanya merupakan nama lain dari endapan batubara
E. Nikel sulfida magmatik selalu terbentuk di lingkungan rawa
7. Salah
satu peran air dan komponen volatil dalam pembentukan pegmatit adalah ....
A. mengubah
semua mineral menjadi batubara
B. menghentikan seluruh proses kristalisasi
C. menghilangkan seluruh unsur logam dari magma
D. memengaruhi sifat lelehan dan pertumbuhan kristal
E. menjadikan semua pegmatit bernilai ekonomis
8.
Mineral yang dapat menjadi sumber litium pada pegmatit tertentu adalah ....
A. spodumen
B. kalsit
C. gipsum
D. halit
E. grafit
9.
Pernyataan yang benar mengenai potensi ekonomi pegmatit adalah ....
A. Semua
pegmatit pasti dapat ditambang secara menguntungkan
B. Ukuran kristal besar selalu menunjukkan kadar logam tinggi
C. Pegmatit hanya bermanfaat sebagai batu hias
D. Setiap pegmatit selalu mengandung litium, sesium, dan tantalum
E. Potensi ekonomisnya bergantung pada jenis mineral, kadar, jumlah sumber
daya, dan faktor teknis-ekonomis
10.
Seorang Murid mengamati batuan bertekstur sangat kasar yang mengandung kuarsa,
feldspar, dan mika. Kesimpulan awal yang paling tepat adalah ....
A. batuan
tersebut pasti merupakan endapan nikel laterit
B. batuan tersebut pasti terbentuk dari pengendapan organisme
C. batuan tersebut mungkin merupakan pegmatit, tetapi identifikasi lebih lanjut
diperlukan
D. batuan tersebut pasti merupakan batubara
E. batuan tersebut pasti merupakan batu gamping sedimenter
II. Soal
Esai
- Jelaskan pengertian endapan magmatik dan uraikan tahapan umum pembentukannya.
- Jelaskan proses terbentuknya pegmatit granitik mulai dari evolusi magma hingga terbentuknya kristal berukuran besar.
- Tuliskan tiga contoh mineral atau komoditas yang dapat berkaitan dengan endapan magmatik, serta jelaskan secara singkat proses pembentukannya.
- Jelaskan perbedaan endapan nikel sulfida magmatik dengan endapan nikel laterit berdasarkan proses pembentukannya.
- Mengapa tidak semua pegmatit dapat dikategorikan sebagai endapan bahan galian yang ekonomis? Jelaskan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan.
Demikian informasi terkait Proses Terbentuknya Endapan Magmatik dan Pegmatit pada mata pelajaran Teknik Geologi Pertambangan, elemen Batuan dan Endapan Bahan Galian. Materi ini diperuntukkan untuk siswa(i) dari jurusan Teknik Geologi Pertambangan.
Semoga Bermanfaat🙏
Sumber Referensi
- U.S. Geological Survey (USGS). Processes that
Form PGE-Enriched Ore Deposits. https://store.usgs.gov/assets/yimages/PDF/205343.pdf
- U.S. Geological Survey (USGS). Mineral Deposit
Model for Lithium-Cesium-Tantalum Pegmatites. https://www.usgs.gov/publications/mineral-deposit-model-lithium-cesium-tantalum-pegmatites
- Bradley, D. dan McCauley, A. (2013). A
Preliminary Deposit Model for Lithium-Cesium-Tantalum (LCT) Pegmatites.
U.S. Geological Survey Open-File Report 2013–1008. https://pubs.usgs.gov/publication/ofr20131008
Catatan:
- Artikel ini merupakan bahan pembelajaran. Identifikasi jenis endapan dan penilaian kelayakan ekonomi dalam kegiatan pertambangan memerlukan data geologi serta kajian teknis yang memadai.
- Bila ada yang ingin mengerjakan soal-soal di atas, silahkan tulis jawabannya di kolom komentar🙏

Post a Comment for "Batuan & Endapan Bahan Galian Part 7; Terbentuknya Endapan Magmatik & Pegmatit"