Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teknik Penambangan Part 11: Alat Angkut dan Alat Pendukung PTM pada Penambangan

 

Teknik Penambangan Part 11: Alat Angkut dan Alat Pendukung PTM dalam Kegiatan Tambang

GO-SINARBULAN.COM ; Selamat datang di pembelajaran Teknik Geologi Pertambangan. Pada materi Teknik Penambangan Part 11 ini, kita akan mempelajari alat angkut dan alat pendukung dalam kegiatan Pemindahan Tanah Mekanis (PTM). Materi ini ditujukan bagi murid SMK kelas XII agar lebih mudah memahami jenis alat, fungsi, cara penggunaan, serta hubungan antarperalatan dalam kegiatan penambangan.

A. Pengertian Alat Angkut dan Alat Pendukung PTM

Pemindahan Tanah Mekanis (PTM) merupakan rangkaian kegiatan pemindahan material menggunakan peralatan mekanis. Material yang dipindahkan dapat berupa tanah penutup (overburden), tanah, batuan hasil pembongkaran, maupun material lain sesuai kebutuhan operasi tambang.

Setelah material digali dan dimuat, material tersebut perlu dipindahkan menuju lokasi tujuan, misalnya tempat penimbunan, disposal, tempat penumpukan bijih, atau fasilitas pengolahan. Kegiatan ini membutuhkan alat angkut yang sesuai dengan jarak, volume material, kondisi jalan, dan target produksi.

Selain alat angkut, terdapat alat pendukung yang membantu menyiapkan jalan, merawat permukaan kerja, mengendalikan debu, merapikan timbunan, dan menjaga kelancaran operasi.

Oleh karena itu, keberhasilan PTM tidak hanya bergantung pada kemampuan satu alat. Kinerja sistem juga ditentukan oleh kesesuaian jenis alat, kondisi lapangan, pengaturan kerja, dan koordinasi antarperalatan.

B. Jenis-Jenis Alat Angkut dalam Kegiatan Tambang

1. Dump Truck

Dump truck merupakan salah satu alat angkut yang umum digunakan dalam kegiatan penambangan. Alat ini membawa material di dalam bak, kemudian menumpahkannya di lokasi tujuan dengan mengangkat bak tersebut.

Dump truck dapat digunakan untuk mengangkut tanah penutup, material hasil penggalian, dan material lain sesuai spesifikasi unit.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dump truck adalah kapasitas angkut, kondisi jalan, jarak pengangkutan, kemampuan menanjak, waktu pemuatan, serta kondisi tempat penumpahan.

Kapasitas alat harus disesuaikan dengan kebutuhan operasi dan kemampuan alat muat. Penggunaan truk dengan kapasitas terlalu besar atau terlalu kecil dibandingkan kemampuan alat muat dapat memengaruhi efisiensi kerja.

2. Articulated Dump Truck

Articulated dump truck (ADT) merupakan alat angkut yang memiliki sambungan artikulasi antara bagian depan dan bagian belakang kendaraan. Rancangan ini memungkinkan alat mengikuti perubahan arah pada medan yang tidak rata.

ADT dapat digunakan pada pekerjaan pemindahan material di area dengan kondisi jalan atau medan yang menuntut kemampuan manuver tertentu. Namun, penggunaannya tetap harus mempertimbangkan daya dukung tanah, kemiringan, kondisi permukaan, dan batas kemampuan alat.

3. Belt Conveyor

Belt conveyor adalah sistem pengangkutan material menggunakan sabuk yang bergerak secara terus-menerus. Material diletakkan di atas sabuk dan dipindahkan menuju titik tujuan.

Conveyor dapat digunakan untuk memindahkan material dalam jumlah besar pada jalur yang telah direncanakan. Sistem ini dapat mengurangi kebutuhan perjalanan kendaraan pada jalur tertentu, tetapi memerlukan perencanaan, instalasi, pemeriksaan, dan pemeliharaan yang sesuai.

Beberapa komponen yang umum dijumpai pada belt conveyor meliputi sabuk, pulley, roller atau idler, rangka penyangga, sistem penggerak, serta perangkat keselamatan.

4. Scraper

Scraper merupakan alat yang dirancang untuk memotong atau mengupas lapisan material tertentu, menampungnya dalam bowl, kemudian memindahkan dan menumpahkannya di lokasi lain.

Alat ini dapat digunakan pada pekerjaan pemindahan tanah tertentu, terutama jika kondisi material dan medan sesuai. Pemilihan scraper harus mempertimbangkan karakteristik material, jarak kerja, kondisi permukaan, serta kebutuhan produksi.

5. Alat Angkut pada Tambang Bawah Tanah

Pada tambang bawah tanah, pengangkutan material dapat menggunakan alat khusus seperti truk tambang bawah tanah, LHD yang menjalankan fungsi angkut, serta conveyor pada jalur tertentu.

Pemilihan alat dipengaruhi oleh dimensi bukaan tambang, kapasitas jalur angkut, kondisi jalan, kebutuhan ventilasi, dan karakteristik sistem penambangan.

Alat yang digunakan di tambang terbuka tidak selalu sesuai untuk tambang bawah tanah karena ruang gerak, tinggi bukaan, dan kondisi operasinya berbeda.

C. Alat Pendukung dalam Kegiatan PTM

Alat pendukung tidak selalu bertugas mengangkut material dari lokasi penggalian ke lokasi tujuan. Sebagian besar membantu mempersiapkan, merawat, dan menjaga kondisi area kerja agar kegiatan penggalian, pemuatan, serta pengangkutan dapat berjalan dengan aman dan efisien.

1. Bulldozer

Bulldozer merupakan alat yang umumnya dilengkapi bilah dorong atau blade. Alat ini dapat digunakan untuk mendorong material pada jarak tertentu, meratakan area kerja, membersihkan jalur, serta membantu pekerjaan penataan timbunan.

Bulldozer juga dapat berperan dalam pekerjaan pendukung di area disposal. Penggunaannya harus mengikuti rancangan penimbunan dan prosedur keselamatan, terutama pada lokasi yang memiliki potensi longsor atau penurunan tanah.

2. Motor Grader

Motor grader dilengkapi bilah yang digunakan untuk meratakan dan membentuk permukaan jalan. Dalam kegiatan tambang, alat ini berperan penting dalam pemeliharaan jalan angkut.

Permukaan jalan yang terawat membantu kendaraan bergerak dengan lebih terkendali. Sebaliknya, jalan yang bergelombang, berlubang, atau memiliki drainase buruk dapat meningkatkan waktu perjalanan, mempercepat keausan komponen, dan menambah risiko kecelakaan.

3. Compactor atau Roller

Compactor atau roller digunakan untuk memadatkan material tertentu sesuai kebutuhan pekerjaan. Alat ini dapat membantu pembentukan permukaan jalan atau area kerja apabila jenis material, kadar air, dan metode pemadatan sesuai.

Pemadatan tidak dilakukan secara sembarangan. Kondisi material dan tujuan pemadatan perlu diperhitungkan agar hasil pekerjaan memenuhi persyaratan teknis.

4. Water Truck

Water truck adalah kendaraan yang dilengkapi tangki dan sistem penyiraman. Salah satu penggunaannya dalam operasi tambang adalah mengendalikan debu pada jalan angkut dan area kerja.

Pengendalian debu membantu menjaga jarak pandang dan mengurangi paparan debu. Penyiraman harus dilakukan dengan pengaturan yang tepat karena penggunaan air berlebihan dapat membuat permukaan jalan licin atau menurunkan daya dukung material tertentu.

5. Excavator atau Loader untuk Pekerjaan Pendukung

Selain digunakan untuk menggali atau memuat, excavator dan loader dapat menjalankan pekerjaan pendukung tertentu sesuai konfigurasi dan kebutuhan operasi. Contohnya adalah merapikan material, membersihkan area, atau membantu penanganan material di lokasi penimbunan.

Penggunaan alat harus tetap sesuai dengan kemampuan unit, perlengkapan yang terpasang, dan prosedur kerja yang berlaku.

6. Peralatan Pemeliharaan dan Pendukung Operasi

Kegiatan PTM juga membutuhkan peralatan untuk pemeliharaan unit, pemeriksaan kondisi alat, pengelolaan bahan bakar, serta penanganan gangguan teknis. Jenisnya dapat berbeda antara satu lokasi tambang dan lokasi lainnya.

Ketersediaan dukungan pemeliharaan yang memadai membantu mengurangi waktu berhenti akibat kerusakan. Meskipun tidak langsung menghasilkan pemindahan material, peralatan dan layanan pendukung tetap berperan dalam menjaga kesinambungan operasi.

D. Hubungan Alat Angkut dengan Alat Muat

Dalam kegiatan PTM, alat muat dan alat angkut harus bekerja sebagai satu sistem. Alat muat mengambil material lalu memasukkannya ke bak kendaraan, sedangkan alat angkut membawa material menuju lokasi tujuan.

Jika jumlah alat angkut terlalu sedikit, alat muat dapat mengalami waktu tunggu karena kendaraan belum tersedia. Sebaliknya, jika jumlah truk terlalu banyak, sebagian kendaraan mungkin harus mengantre untuk mendapatkan muatan.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengaturan jumlah alat, kapasitas muat, jarak pengangkutan, kondisi jalan, dan waktu siklus.

Sebagai contoh, sebuah alat muat mungkin mampu mengisi truk dalam waktu singkat. Namun, jika perjalanan menuju disposal membutuhkan waktu lama, truk tidak segera kembali untuk menerima muatan berikutnya. Akibatnya, waktu tunggu alat muat dapat meningkat.

Karena itu, evaluasi operasi perlu memperhatikan waktu kerja setiap alat secara terpisah dan hubungan kerja di antara alat-alat tersebut.

E. Faktor yang Memengaruhi Kinerja Alat Angkut

Beberapa faktor penting yang memengaruhi kinerja alat angkut meliputi:

    1. Kapasitas angkut: jumlah material yang dapat diangkut sesuai batas kemampuan alat.
    2. Jarak pengangkutan: jarak dari lokasi pemuatan ke tempat penumpahan dan jalur kembali.
    3. Kondisi jalan: kemiringan, permukaan, lebar jalan, tikungan, dan drainase.
    4. Karakteristik material: berat isi, ukuran fragmen, kelembapan, dan kondisi material.
    5. Waktu siklus: waktu yang dibutuhkan alat untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan pengangkutan.
    6. Kondisi alat: kesiapan unit, kondisi ban atau komponen penggerak, sistem pengereman, dan pemeliharaan.
    7. Pengaturan lalu lintas tambang: aturan prioritas, jarak aman, titik persimpangan, dan pengaturan kendaraan.
    8. Faktor manusia: keterampilan operator, komunikasi, kepatuhan terhadap prosedur, serta kondisi kerja.

Kinerja alat tidak hanya ditentukan oleh kecepatan kendaraan. Kecepatan harus disesuaikan dengan kondisi jalan, batas yang ditetapkan, muatan, dan keselamatan operasi.

F. Waktu Siklus Alat Angkut

Waktu siklus (cycle time) adalah waktu yang dibutuhkan suatu alat untuk menyelesaikan satu rangkaian kerja dan kembali ke kondisi awal untuk memulai siklus berikutnya.

Pada alat angkut seperti dump truck, pencatatan waktu siklus dapat meliputi:

    1. Waktu menunggu sebelum pemuatan, jika terjadi.
    2. Waktu pemuatan material.
    3. Waktu perjalanan membawa muatan.
    4. Waktu manuver dan penempatan kendaraan di lokasi penumpahan.
    5. Waktu penumpahan material.
    6. Waktu perjalanan kembali dalam kondisi kosong.
    7. Waktu manuver untuk siap menerima muatan berikutnya.
    8. Waktu tunggu tambahan, jika terjadi karena ketidakseimbangan sistem.

Rincian yang digunakan dalam pencatatan harus disesuaikan dengan prosedur pengamatan dan kondisi operasi. Waktu tunggu sebaiknya dicatat agar penyebab keterlambatan dapat dianalisis.

Waktu siklus alat angkut tidak sama dengan waktu siklus alat muat. Alat muat memiliki rangkaian gerakan tersendiri, sedangkan alat angkut mencakup kegiatan pemuatan, perjalanan, penumpahan, dan kembali.

G. Contoh Sederhana Pengamatan Kegiatan PTM

Dalam kegiatan praktik pembelajaran, murid dapat melakukan simulasi pemindahan material menggunakan alat sederhana di area yang aman dan di bawah pengawasan guru.

Misalnya, kelompok murid menggunakan cangkul untuk menggali material lunak, sekop untuk memindahkan material ke gerobak, dan gerobak untuk mengangkutnya menuju tempat penumpukan.

Murid dapat mencatat waktu pemuatan, waktu perjalanan membawa material, waktu penumpahan, waktu kembali, dan waktu manuver. Apabila terdapat waktu tunggu, waktu tersebut juga dicatat sebagai bagian dari pengamatan.

Data tersebut kemudian digunakan untuk membandingkan hasil antarpercobaan, mengidentifikasi hambatan, dan mendiskusikan perbaikan alur kerja.

Simulasi ini hanya bertujuan mengenalkan konsep urutan kerja dan pengamatan waktu. Gerakan alat manual tidak dapat disamakan secara langsung dengan mekanisme kerja dump truck atau alat muat mekanis di tambang.

H. Keselamatan Kerja pada Operasi Pengangkutan

Keselamatan merupakan bagian penting dalam penggunaan alat angkut dan alat pendukung PTM. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

    1. Memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan, termasuk rem, ban, lampu, alarm, dan perangkat keselamatan sesuai jenis unit.
    2. Memastikan jalan angkut memenuhi persyaratan operasi dan memiliki pengaturan lalu lintas yang jelas.
    3. Mematuhi batas kecepatan serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
    4. Menggunakan sabuk keselamatan dan APD sesuai ketentuan.
    5. Memastikan lokasi penumpahan aman dan stabil sebelum membuang muatan.
    6. Menjaga komunikasi antara operator, pengawas, dan petugas terkait.
    7. Menghindari berada di area titik buta kendaraan atau dekat alat yang sedang bergerak.
    8. Melaporkan kerusakan, kondisi jalan berbahaya, atau keadaan tidak aman sesuai prosedur.

Alat pendukung seperti grader, bulldozer, compactor, dan water truck juga memiliki risiko tersendiri. Operator harus memahami zona bahaya, kondisi permukaan, interaksi dengan kendaraan lain, serta prosedur operasi setiap alat.

Rangkuman

Alat angkut digunakan untuk memindahkan material dari lokasi pemuatan ke lokasi tujuan. Contohnya adalah dump truck, articulated dump truck, belt conveyor, scraper, serta alat angkut khusus pada tambang bawah tanah.

Alat pendukung seperti bulldozer, motor grader, compactor, dan water truck membantu menjaga kondisi area kerja, jalan angkut, dan kelancaran operasi. Pemilihan alat harus mempertimbangkan kapasitas, karakteristik material, kondisi medan, jarak, biaya, dan keselamatan.

Hubungan alat muat dan alat angkut perlu diatur agar waktu tunggu dapat dikendalikan. Waktu siklus alat angkut harus dicatat sesuai tahapan kerja, sedangkan waktu siklus alat muat dianalisis secara terpisah. Dengan pengamatan dan pengaturan yang baik, kegiatan PTM dapat berjalan lebih efisien dan aman.

Latihan Soal

Pilihan Ganda

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat.

  1. Fungsi utama dump truck dalam kegiatan PTM adalah ....
    A. Mengukur kadar bijih
    B. Mengangkut material ke lokasi tujuan
    C. Memadatkan jalan
    D. Menggali batuan menggunakan gigi pemotong
    E. Mengukur kemiringan lereng
  2. Alat yang menggunakan sabuk bergerak untuk memindahkan material secara berkelanjutan adalah ....
    A. Motor grader
    B. Bulldozer
    C. Belt conveyor
    D. Compactor
    E. Water truck
  3. Alat yang umum digunakan untuk meratakan dan membentuk permukaan jalan angkut adalah ....
    A. Motor grader
    B. Dump truck
    C. LHD
    D. Scraper
    E. Water truck
  4. Salah satu fungsi water truck dalam operasi tambang adalah ....
    A. Menggali batuan keras
    B. Memuat bijih ke dalam truk
    C. Memadatkan seluruh jenis batuan
    D. Membantu mengendalikan debu pada jalan dan area kerja
    E. Mengukur waktu siklus alat muat
  5. Articulated dump truck memiliki ciri utama berupa ....
    A. Sabuk pengangkut yang bergerak terus-menerus
    B. Bilah untuk meratakan jalan
    C. Drum pemotong batuan
    D. Sistem bucket khusus tambang bawah tanah saja
    E. Sambungan artikulasi antara bagian depan dan belakang kendaraan
  6. Alat yang digunakan untuk membantu pemadatan material tertentu adalah ....
    A. Water truck
    B. Compactor atau roller
    C. Belt conveyor
    D. Dump truck
    E. Motor grader
  7. Jika jumlah truk terlalu sedikit dibandingkan kebutuhan alat muat, kemungkinan yang terjadi adalah ....
    A. Alat muat selalu bekerja tanpa henti
    B. Jarak angkut otomatis menjadi lebih pendek
    C. Alat muat dapat mengalami waktu tunggu karena kendaraan belum tersedia
    D. Kapasitas bucket bertambah
    E. Waktu perjalanan selalu menjadi nol
  8. Pada pengamatan waktu siklus dump truck, kegiatan yang termasuk dalam siklusnya adalah ....
    A. Hanya waktu pemuatan
    B. Hanya waktu perjalanan bermuatan
    C. Hanya waktu penumpahan
    D. Pemuatan, perjalanan bermuatan, penumpahan, dan perjalanan kembali
    E. Hanya waktu pemeriksaan alat muat
  9. Mengapa kondisi jalan angkut perlu dipelihara?
    A. Agar semua kendaraan dapat bergerak tanpa batas kecepatan
    B. Agar kapasitas alat muat berubah
    C. Agar waktu siklus tidak perlu dicatat
    D. Agar operator tidak perlu melakukan pemeriksaan
    E. Untuk membantu menjaga kelancaran perjalanan dan keselamatan
  10. Waktu siklus alat muat dan alat angkut harus dicatat secara terpisah karena ....
    A. Keduanya tidak memiliki fungsi dalam PTM
    B. Rangkaian kegiatan dan gerakan kerja kedua alat berbeda
    C. Alat muat tidak memerlukan waktu
    D. Alat angkut hanya bekerja saat malam
    E. Semua alat selalu mempunyai waktu siklus yang sama

Soal Esai

  1. Jelaskan fungsi dump truck dan belt conveyor dalam kegiatan pemindahan material.
  2. Sebutkan empat alat pendukung PTM beserta fungsi masing-masing.
  3. Uraikan tahapan pengamatan waktu siklus dump truck dari pemuatan hingga siap menerima muatan berikutnya.
  4. Jelaskan bagaimana ketidakseimbangan jumlah alat muat dan alat angkut dapat memengaruhi kelancaran operasi.
  5. Sebutkan lima tindakan keselamatan yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pengangkutan material di tambang.

K. Sumber Bacaan

Untuk memperdalam materi, pembaca dapat mempelajari informasi teknis peralatan dan sistem pengangkutan melalui sumber berikut:

  • Caterpillar: untuk referensi, silahkan buka link DI SINI
  • Komatsu: untuk referensi, silahkan buka link DI SINI
  • Metso, untuk informasi mengenai sistem conveyor dan penanganan material:untuk referensi, silahkan buka link DI SINI

Informasi dari produsen dapat digunakan untuk memahami fungsi, konfigurasi, dan spesifikasi peralatan. Spesifikasi setiap model berbeda, sehingga pemilihan alat di lapangan harus berdasarkan kebutuhan operasi dan ketentuan teknis yang berlaku.

Semoga Bermanfaat 🙏

Post a Comment for "Teknik Penambangan Part 11: Alat Angkut dan Alat Pendukung PTM pada Penambangan"